Sabtu, 25 Desember 2010

Cara & Tips Membaca Puisi Yang Baik & Benar

Cara & Tips Membaca Puisi Yang Baik & Benar - Kegiatan membaca puisi (poetry reading) mulai populer sejak hadirnya kembali WS. Rendra (Alm) dari kelananya di Amerika Serikat. Agar Anda dapat membaca puisi dengan baik perlu memperhatikan hal-hal berikut:



Interpretasi (penafsiran)
Untuk memahami sebuah puisi kita harus dapat menangkap simbol-simbol atau lambang-lambang yang dipergunakan oleh penyair. Bila kita salah dalam menafsirkan makna simbol/lambang, kita dapat salah dalam memahami isinya.

Teknik vokal
Untuk pengucapan yang komunikatif diperlukan penguasaan intonasi, diksi, jeda, enjambemen, dan lafal yang tepat.

Performance (penampilan)
Dalam hal ini pembaca puisi dituntut untuk dapat memahami pentas dan publik.



Pembaca puisi juga dapat menunjukkan sikap dan penampilan yang meyakinkan. Berani menatap penonton dan mengatur ekspresi yang tidak berlebihan. Selain itu, pembaca puisi harus memperhatikan pula irama serta mimik. Mimik merupakan petunjuk apakah seseorang sudah benar-benar dapat menjiwai atau meresapkan isi puisi itu. Harmonisasi antara mimik dengan isi (maksud) puisi merupakan puncak keberhasilan dalam membaca puisi.

Ingatlah tidak setiap puisi dapat dibaca (dilisankan) tanpa menempatkan tanda tafsir pengucapannya terlebih dahulu. Adakalanya Anda menemui deretan baris atau bait yang satu dengan yang lain mempunyai jalinan pengucapan atau ada pula yang secara tertulis terpisah, sehingga perlu jeda. Bila Anda kurang tepat dalam memberi jeda, akan dapat mengaburkan maknanya.

Seorang penyair mempunyai beberapa kiat agar puisinya dapat dicerna atau dinikmati pembaca. Penyair kerap menampilkan gambar angan atau citraan dalam puisinya. Melalui citraan penikmat sajak memperoleh gambaran yang jelas, suasana khusus atau gambaran yang menghidupkan alam pikiran dan perasaan penyairnya.

Perhatikan kutipan sajak Amir Hamzah berikut ini:

Nanar aku gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara di balik tirai


Dalam puisi di atas citraan penglihatan yang terasa ada dalam angan-angan pembaca. Pembaca seolah melihat sosok wanita rupawan yang mengintai dari balik tirai.

Di samping citraan/imajinasi visual (yang menimbulkan pembaca seolah-olah dapat melihat sesuatu setelah membaca kata-kata tertentu), terdapat pula imajinasi lain, seperti imajinasi auditory (pendengaran), imajinasi articulatory (seolah mendengar kata-kata tertentu), imajinasi alfaktory (seolah membau/mencium sesuatu), imajinasi organik (seolah Anda seperti merasa lesu, capek, ngantuk, lapar, dan sebagainya).

Setelah Anda dapat menafsirkan lambang-lambang dalam puisi, untuk mewujudkan keutuhan makna, Anda dapat lakukan langkah parafrasa puisi, memberi tanda jeda, serta tekanan atau intonasinya.

Yang perlu diingat bahwa dalam mencoba memahami sebuah puisi perlu memperhatikan judul, arti kata, imajinasi, simbol, pigura bahasa, bunyi/rima, ritme/irama, serta tema puisi.

Jelang Parade Akbar PLIKP SMAN 1 Liliriaja

Salam Exquartfers,
Apa kabar kalian semua, moga-moga aja, baek ya……!. Hari ini sungguh cerah bukan. Untuk membuatnya lebih cerah lagi, Lebih baik nge-lanjutin baca entri ini.
Baik, Ulangan Semester Gasal telah usai. Waktunya para Pelajar melepas penat dan berbagai beban dari hari-hari kemarin dengan melakukan hal-hal yang positive. Salah satu kegiatan yang paling popular saat ini di kehidupan sekolah adalah PORSENI ataupun yang lebih trennya sekarang di SMA Negeri 1 LILIRIAJA yaitu PLIKP (Pekan Lomba Informasi Komunikasi Pelajar). Dan akan dimulai pada hari senin nanti (20 Desember 2010).
Para siswa SMA Negeri 1 LILIRIAJA pada sibuk menyiapin segala sesuatunya yang akan diperlombakan pada hari senin nanti. Hari senin nanti akan diselenggarakan sebuah kegiatan yang sangat menarik untuk dilihat dan memang sangat unik dan sudah popular. Yang siapa yang tidak tahu dengan PARADE AKBAR. Parade akan di ikuti seluruh warga SMA Negeri 1 LILIRIAJA. Khususnya Anak-anak Exquartfers, Lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan tema dan bahan-bahan yang akan dipertunjukkan. mereka dengan giatnya berjuang dengan segenap energi dan mental yang mereka berikan demi exquartfers, bisa merahih kesuksesan dalam parade nanti
Jadi bila kalian berminat untuk melihat keunikan dan keseruan PARADE AKBAR ini silahkan dating aja di kawan SMA Negeri 1 LILIRIAJA. So pasti seru dech,,,,,,. Oke…oke!

Membaca Cepat

Budaya membaca amatlah berkaitan dengan taraf kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan. Mempunyai kebiasaan membaca amat menguntungkan pribadi seseorang dalam keluasan dan kedalaman pengetahuannya, terutama tentang hidup dan kehidupan. Tantowi Yahya, sang motivator, menyosialisasikan budaya membaca secara proaktif dalam nuansa persuasi. Maka, tentu saja kita tidak mau diklasifikasikan dalam konteks masyakarat yang memiliki taraf kebodohan tinggi. Dalam zaman seperti sekarang, konteks abad informasi, apabila membaca belum merupakan suatu kebudayaan dan semacam kebutuhan batin, tentu kemunduran dan ketertinggalan yang akan kita rasakan.
Konteks masyarakat kita belumlah mampu membaca dengan baik. Lebih parah lagi, masih sebagian kecil masyarakat komunitas kita masih belum melek huruf. Di sisi lain, masyarakat yang melek huruf pun belum bisa semuanya membaca dengan baik dan benar mengiringi waktu yang terus berputar. Nah, yang menjadi pemkiran, bagimanakah cara kita bisa melakukan kegiatan membaca dengan cepat sehingga dari semakin gencarnya bacaan melalui berbagai media akan kita lewati waktu hidup kita dengan demikian berarti bagi kita di kemudian hari.
Membaca cepat merupakan suatu keterampilan membaca yang dalam waktu seefektif mungkin dapat membaca sebanyak-banyaknya dengan memahami atau mengerti yang dibacanya. Membaca cepat merupakan suatu cara menggunakan berbagai bahan dokumen secara efektif dan cepat yang berkaitan dengan berbagai jenis informasi yang perlu dicerap dan direproduksi. Membaca cepat juga berkaiatan dengan teknik memusatkan perhatian terhadap yang dibutuhkan melalui wacana informasi bacaan.
Kemampuan membaca cepat sangat bergantung pada sikap antusiasame, kesiapan untuk membaca, berkali-kali mencoba teknik, berkeinginan memperbaiki, dan keyakinan bahwa kita akan dapat melakukan hal itu. Dalam sisi kebutuhan lapangan, entah untuk belajar atau bekerja atau kesenangan, membaca harus dilakukan dengan cepat.
Regresi tidak selalu diartikan membantu proses pemahaman. Membaca dapat dibuat menyegarkan dan bervariasi. Membaca sekilas dapat juga berarti membaca. Dokumen teknis juga dibaca dengan cepat. Anda tidak perlu mencoba untuk mengingat segala sesuatu yang telah Anda baca.
Penggunaan otak adalah kunci sukses cara membaca cepat dengan menggunakan teknik sebaik mungkin. Melalui suatu latihan yang sederhana, kita dapat menentukan kecepatan membaca dan daya pemahaman. Pemahaman bersifat subjektif dan kebiasaan buruk dapat diubah.
Membaca memang suatu sikap. Perlu pembenahan awal tekad dan kepercayaan diri untuk memperbaiki kemampuan membaca. Keinginan memperbaiki hanya akan timbul dari diri sendiri. Jika tidak dilakukan kita menyadari posisi sebagai anggota kelompok pembaca lambat. Makanya, kembali ke satu keharusan sikap diri, harus membaca. Suatu sikap percaya diri akan mewujudkan realita kemampuan membaca yang mengalami peningkatan.
Memang, membaca merupakan suatu sikap. Bagiamana kita mengatasi mitos membaca yang baik, menyenangkan serta cermat harus dilakukan secara lambat. Bila Anda gagal untuk memahami atau kehilangan konsentrasi, lakukanlah pembacaan ulang sesegera mungkin.
Memang membaca itu menjemukan. Membaca sekilas bukanlah membaca yang sebenarnya. Anda membutuhkan waktu yang panjang untuk membaca. Dokumen teknis tidak dapat dibaca dengan cepat. Dengan membaca cepat semuanya akan menjadi membosankan. Bila membaca, Anda perlu mengingat semuanya.
Otak dan membaca menang saling berkaitan. Bagiaman Anda membaca? Bagaimana kita memperkirakan kecepatan membaca. Pemahaman? Daftar periksa untuk mengenali kebiasaan buruk membaca? Tanggung jawabnya? Meminimalisasi kebiasaan buruk, membaca yang buruk, dan maksimalkan kebiasaan membaca yang positif.
Bagimana mengurangi subvokalisasi? Bagaimana mengurangi kebiasaan menunda atau interupsi? Bagiamana mengurangi stres? Bagaimana mengurangi dampak disleksia? Bagaimana meningkatkan konsentrasi? Bagaimana meningkatkan daya ingat dan panggil ulang? Bagaimana menggunakan pola panggil ulang?
Apakah membaca cepat bisa ditempuh melalui pendekatan langkah demi langkah? Bagaimana persiapan membacanya? Bagaimana kriteria kecepatan awal membaca? Motivasi apa yang sebaiknya kita bina?
Bagaimana kita memanfaatkan mata dan regresi? Bagaimana pandangan periferi? Bagaimana petunjuknya? Bagaimana mengenal irama? Bagaimana kita menciptakan kondisi yang baik? Apa perlu konsolidasi?
Apakah mata perlu diistirahatkan? Bagiamana cara memelihara kecepatan membaca? Prinsip perlu dikenal- diketahui, dipahami. Namun, tak hanya sebatas itu langkah kita. Kita berlatih menggunakan konsep yang baik dalam kegiatan kita sehari-hari, hingga akhirnya manfaatnya akan terasa di kemudian hari.

Selamat Jalan Teman

Tak ada lagi sahabat
Musibah itu telah menyabar
Segelintir petir bersambut kilat
Hangus sudah tubuhmu terbakar

Kesedihan berantai kata
Terucapkan rasa cinta
Pada gadis belia
Teman semasa muda

Sendiri menanti
Elok rupa bidadari
Jaman silih berganti
Kamu masih di hati

Sunyi senyap beratap
Dinding kamar ku pandang
Namapak kusam tak sedap
Ku tengok tanah lapang
Terbang burung alap-alap
Mencari makan dalam tenang

Puncak ranum telah hilang
Di keheningan alam
Dewi malam benderang
Damai nian terasa mendalam

Jam dinding terus berdentang
Gelap malam berganti petang
Berbenah diri tamu akan datang
Usai muncul si raja siang
Di tengah pematang
Tempat ku bergadang
Dengan kawan di seberang

Selamat jalan duhai teman
Tubuh ringan di pemakaman
Waktu singkat tubuhmu mangkat
Di bawah tanah tubuh tersekat
Sehabis aku shalat
Engkau ku doakan
Sampai nanti kita berdekatan
Liang kuburku di samping kawan

(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 17 Juni 2009)
Sumber: www.revolusisenja.indosastra.com

BUNDA

Sembilan bulan lamanya
Rahim dalam berada
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia
Akhirnya aku lahir lahir juga

Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu

Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat

Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia

Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa

Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda

Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya

Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal kau
Lewat nada merdu
Ku ucap kata ibu
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam

Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam

(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 14 Juni 209)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com

Puisi Sahabat

Sahabat
Telah kau daki
Gunung kemerdekaan
Menuju sinar harapan
Kehidupan masa depan
Menuju kebahagian

Sahabat
Relung waktu telah lalu
Rindu hati ingin bertemu
Walau surya telah berlalu
Dirimu masih ku tunggu
Dalam paruh waktuku

Sahabat
Aku memuja seraya berdoa
Kesehatan dan keberkahan
Tetap menyertaimu
Bersama KuasaNya
Kau akan bahagia

Sahabat
Ketika hati ini bergeming
Gema Adzan berkumandang
Dikaulah yang membimbing
Ke Surau kecil desa
Bersujud kepadaNya
Hingga raga ini tenang

Sahabat
Sukma melemah
Jiwa berserah
Tak tahu arah
Terhentilah darah

Sahabat
Telah berujung riang
Gaung cinta persaudaraan
Telah kau tebarkan
Mengisi celah darah
Terpendam lubuk dalam

Sahabat
Lukisan kata tepat
Hembusan angin bertempat
Riasan duniawi bersifat
Dalam kota terpadat
Semoga masih sempat
Citra ini terdapat

(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 14 Juni 2009)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com

Tentang Merpati

Kabar burung
Merpati lambang cinta
Namun buntung
Simpati betambang duka

Gosip pagi di televisi
Merpati jalinan asmara
Tapi kasih tak pasti
Saksi perjalanan murka

Lidah orang bersahutan
Merpati itu suci
Pindah sarang berbarengan
Bertelur
Menetas
Lalu jadi burung kawakan
Apa yang suci?
Dasar tukang kawin

Pebincangan datuk
Merpati simbol kemakmuran
Sampai dibuatnya aku suntuk
Tetap merpati binatang sembarangan

Ribuan mata terpaku
Merpati putih berkicau
Indah menurut mereka
Menanjakan telinga pendengarnya
Damai bagi kalian
Masih saja aku sendirian

Merpati
Enyalah dariku
Kau cuma berbakhti
Tak bisa berpadu
Cinta antara dia dan daku

(Roil Jiwang Muhtadin : Jakarta, 15 Juni 2009)
Sumber: revolusisenja.indosastra.com