Selasa, 24 Mei 2011

DIALOG REMAJA DENGAN TUHAN


Tuhan, sejauh ini cintaku cuma cinta monyet,
senyum-senyum sendiri memandangi si dia punya
potret, tetapi tak lama kemudian ia pun ku coret,
cinta monyet memang tidak awet

 
Kini aku memohon kepada-Mu, Tuhan,
tolong supaya cintaku menjadi dewasa
sungguhan, bukan lagi senang-senang berpacaran,
melainkan mempertimbangkan teman hidup masa
depan.



Ukuran bukan lagi wajah yang rupawan atau
rayuan yang menawan,
melainkan apakah dia punya kepribadian dan bisa
cocok seumur hidup sebagai pasangan.
 




Belajar memasuki cinta dewasa ternyata susah,
harus bisa tidak menang sendiri dan berat
sebelah, bukan lari dari,
melainkan belajar memecahkan masalah dan mau
minta maaf kalau bersalah.


 Cinta dewasa berarti jujur terhadap dunia nyata,
masing-masing menampilkan diri tidak pura-pura,
menyimak sifat baik dan sifat buruk yang ada,
lalu menilai apakah tahan bersama dia seterusnya
.


Aku harus belajar melihat dua puluh tahun ke
depan,
ketika yang perlu bukan lagi pacar yang
kasmaran,
melainkan dua insan berumah tangga yang
setiawan,
berjiwa tanggung jawab, pengorbanan dan
pengabdian.
 


Cinta dewasa menuntut aku mawas diri,
apakah kualitas, kepribadian itu ada pada diri
sendiri,apakah aku mampu memberi diri,
bukan cuma minta dilayani melainkan mau
melayani.
 


Cinta monyet mudah, namun cinta dewasa susah,
karena itu aku sering merasa gelisah.
Tolonglah aku mempercayakan diri dan berpasrah
bahwa Tuhan besertaku bertumbuh ke masa
cerah.
 


Dampingilah aku bertumbuh ke kedewasaan,
Matangkan diriku untuk berperilaku kemitraan,
Tolong aku nanti membuat pilihan,
Tolong aku berkembang agar ada yang membuat
aku jadi pilihan.
 


Aku belum tahu siapa jodohku untuk berpasangan,
tetapi kupercaya bahwa seseorang sudah Kau
tentukan, namun ia masih sedang Kau siapkan,
Kau matangkan dan Kau dewasakan.

 

Sebab itu, pada pengaturan-Mu kupercayakan diri,
Engkau punya maksud indah dengan masa depan
setiap pribadi,sehingga pergumulan hidup bukan kami hadapi
seorang diri, melainkan bersama Engkau, Tuhan, teman hidup
sejati.

by Hartini Mawar

2 komentar:

Ladida mengatakan...

iyaa . . begitulah cinta . . :/

Ikkhy mengatakan...

Lagi jatuh cinta nih ! hihihi

Posting Komentar