Sepercik embun menampikkan cahaya
Menorehkan luka pada garis hati
Ingin ku menatap setetes senyuman disana
Namun tak sempat karena sang ajal
Menangis, menangis dan menangis
Namun jarimu..
Tak dapat menghapus genangan pada mata
Tak dapat melantunkan nasehat pada telinga
Ingin ku membawamu kembali
Menukar posisimu pada posisiku
Namun semuanya
Layak garis maya yang tak dapat kutembus
Bangunlah !
Bimbing Aku layak air yang mengalir
Bulatkan matamu tanpa membuatku berbalik arah
Lantunkan irama jail dalam nestapaku
Kini masih tersisa harapan palsu
Merangkai hari dengan harapan
Menganggap semuanya seperti
Kau hanya bermain petak umpet denganku
Namun, Aku tau hatiku
Kau masih ada disana
Masih ada sekarang
Dan Masih ada selamanya SAHABAT :')
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar